Tujuan
Mempelajari Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan
usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum
tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia
dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk
mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam
pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah
satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas
wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik
yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya
sendiri.
Untuk
bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.
Mengusahakan kepekaan mahasiswa
terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.
Memberi kesempatan kepada mahasiswa
untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta
mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut
kedua hal tersebut.
3.
Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai
calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing
tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang
ketat.
4.
Menguasahakan wahana komunikasi para
akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki
satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam
berkomunikasi.
Pengertian Budaya
Pengertian
Budaya adalah
mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat,
menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Istilah Budaya berasal
dari kataCulture yang
merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal
dari kata latin "colere" yang
berarti mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau petani.
Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan
kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang
diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta
hasilnya dapat diabdikan pada keperluan masyarakat.
Cipta
merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir dari orang-orang yang hidup
bermasyarakat dan antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan,
baik yang berwujud murni, maupun yang telah disusun untuk langsung diamalkan
dalam kehidupan sehari-hari. Rasa dan Karsa dinamakan kebudayaan rohaniah
(spritual dan immaterial culture).
Dalam
konteks ini, hasil rasa masyarakat mewujudkan norma-norma dan nilai-nilai
kemasyarakatan yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertip dalam pergaulan
kemasyarakatan. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi dari kekuatan-kekuatan
yang buruk yang tersembunyi dalam masyarakat. Dengan demikian, hakikatnya
penciptaan norma-norma dan kaidah-kaidah adalah merupakan petunjuk-petunjuk
tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berlaku di dalam pergaulan
hidup.
Oleh
karena itu, setiap masyarakat terdapat apa dinamakan pola-pola perilakuan (pattern
of behavior). Pola-pola perilakuan tersebut adalah cara-cara bertindak atau
berkelakuan yang sama daripada orang-orang yang hidup bersama dalam masyarakat
yang harus diikuti oleh semua anggota masyarakat tersebut. Pola perilakuan
masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebudayaannya.
Pengertian
Budaya Menurut Para Ahli
- E.
B Taylor dalam Soekanto (1996:55)
memberikan definisi mengenai kebudayaan ialah: "kebudayaan adalah
kompleks yang mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan yang didapatkan oleh manusia
sebagai anggota masyarakat".
- Selo
Soemardjan dan
Soelaeman Somardi dalam Soekanto (1996:55) merumuskan "kebudayaan
sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
- Koentjaraningrat Dari asal
arti tersebut yaitu "colere" kemudian "culture" diartikan sebagai segala daya
dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam (Koentjaraningrat
dalam Soekanto, 1969: 55).
- Linton, Budaya
adalah keseluruhan sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang
merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota
masyarakat tertentu.
- KBBI, Budaya
adalah sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa,
arti dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana cenderung menunjuk
kepada cara pikir manusia.
- Effat
Al-Syarqawi mendefinisikan
bahwa pengertian budaya dari pandangan agama islam, adalah khzanah
sejarah sekelompok masyarakat yang tercermin didalam kesaksian &
berbagai nilai yang menggariskan bahwa suatu kehidupan harus mempunyai
makna dan tujuan rohaniah.
Manusia
sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
a. Id
Id, merupakan
libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan
terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses
ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id
diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang
harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak
langsung melalui mimpi atau khayalan.
b. Ego
Ego, merupakan
bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id,
seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam
menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh
orang lain.
c. Superego
Superego,
merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah
agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan
asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
Contoh
penerapan id, ego, dan superego dalam kehidupan sehari-hari :
a.
Id
Ketika
kita sedang dalam keadaan lapar, dan kita melihat ada makanan di suatu tempat
atau di meja tanpa tau siapa pemilik makanan tersebut. Pasti kita mempunyai
keinginan untuk memakan makanan tersebut, agar kita tidak merasakan kelaparan
lagi.
b.
Ego
Jika
kita menuruti keinginan kita untuk memakan makanan tersebut, maka kita akan langsung
memakan makanan itu meminta izin kepada orang-orang sekitar, atau bertanya
siapakah pemilik makanan itu.
c.
Superego
Jika
superego kita yang menang, maka kita tidak akan memakan makanan itu. Atau
paling tidak kita akan bertanya terlebih dahulu siapakah pemilik makanan itu,
sebelum kita memakannya.
Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-budaya-unsur-ciri-budaya.html#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar